Ayah Alawy Korban Tawuran ingin FR Dihukum Mati

Ayah dari Alawy Yustianto Putra, siswa SMAN 6 korban
tawuran yang dibunuh FR, Fitrah Ramadhany, ingin
tersangka dijatuhi hukuman mati. Pelaku pembunuh anak
lelaki Tauri Yustianto itu dituntut pasal pembunuhan.

Pemerhati dunia pendidikan, Hengky Chandra Koestanto 
menilai kasus FR harus diambil tindakan tegas. Tawuran
yang berujung maut itu tak boleh terulang lagi,
sehingga keadilan dalam hukum perlu dituntut.

“Saya meminta agar pelakunya dihukum seberat-beratnya,
kalau bisa dihukum mati,” ungkap Tauri, Ayah Alawy di
Mapolres Jakarta Selatan, Senin, (1/10).

Tuntutan pasal pasal pembunuhan atau Pasal 338 KUHP,
yang diterapkan polisi dengan ancaman hukuman maksimal
15 tahun penjara, Tauri mengaku puas bila hukuman
maksimal bisa dikenakan kepada pelakunya. “Kalau
dihukum 15 tahun saya puas,” kata Tauri.

Bersama anak perempuannya, Tauri mendatangi Polres
Jakarta didampingi kuasa hukum. Kuasa hukumnya, Ramdan
Alamsyah menegaskan mereka akan memantau sejauh mana
penyidikan berlangsung.

Hingga saat ini, polisi masih meminta keterangan dari
15 siswa SMAN 70 yang diduga kuat ikut dalam aksi
penyerangan. FR sendiri mengaku bukan hanya dirinya
saja yang melakukan penyerangan terhadap siswa SMAN 6.
Ada sekitar 15 temannya dari SMA 70 juga ikut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s