MA Kembali Batalkan Vonis Mati Gembong Narkoba Sindikat Internasional

Pembatalan vonis mati gembong narkoba sindikat
internasional dilakukan lagi oleh Mahkamah Agung (MA).
Deni Setia Maharwa alias Rapi Mohammed Majid sebelumnya
divonis mati dalam putusan kasasi. Mengapa MA kembali
mengulang ‘ketidakadilan’?

Belum kelar pro kontra, kini Deni yang membawa koper 3
kg kokain dan 3,5 kg heroin lolos dari hukuman mati.
“Mengabulkan permohonan PK Deni berupa perubahan dari
pidana mati yang dijatuhkan kepadanya menjadi pidana
penjara seumur hidup,” demikian lansir website panitera
MA, Rabu (10/10).

Barang haram tersebut dicoba Deni untuk diselundupkan
ke London pada 12 Januari 2000 sesaat sebelum berangkat
dengan pesawat Cathay Pacific lewat Bandara
Soekarno-Hatta. Selain Deni, dibekuk juga dua anggota
sindikat lainnya, Meirika Franola dan Rani Andriani.

Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menghukum Deni dengan
hukuman mati. Putusan ini dikuatkan hingga putusan
kasasi MA yang dijatuhkan pada 18 April 2001. Lantas,
Deni mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA dan
dikabulkan.

Mengapa MA melanjutkan polemik Meirika Franola? Yang
juga mendapat penurunan hukuman menjadi hukuman seumur
hidup juga. Tak hanya itu, MA juga membatalkan
vonis mati kepada warga Nigeria Hillary K Chimezie, pemilik
5,8 kilogram heroin dan mengubah hukumannya menjadi
penjara 12 tahun.

Terakhir, pemilik pabrik ekstasi Hengky Gunawan juga
tak dijerat hukuman mati, hanya hukuman 15 tahun
penjara pada 16 Agustus 2011 lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s