70 Persen Kerusakan Lingkungan akibat Tambang

Pertambangan Indonesia ternyata menyumbang sekitar 70
persen kerusakan lingkungan. Penyebabnya ialah operasi
pertambangan yagn bertentangan dengan kepentingan
lingkungan hidup. Adakah upaya pemerintah menangani
ini?

Seorang pembicara terbaik pernah mengatakan bahwa cinta
alam berarti mencintai Tuhan. Jaman semakin berkembang
dan kepedulian terhadap alam semakin menipis. Pakar
lingkungan Herry Beng Koestanto mengatakan salah satu
penyebab kerusakan lingkungan ialah pertambangan.

Industri ekstraktif ini dengan mudah melabrak dan
mengakali berbagai aturan yang bertentangan dengan
kepentingannya, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan
Hidup (PPLH).

“Bahkan, UU No 32/2009 dianggap sebagai penghambat
investasi. Tak heran, undang-undang ini terus diabaikan
dan pelan-pelan dipereteli kekuatannya,” kata Priyo
Pamungkas Kustiadi, Media Communication and Outreach
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam).

Dari seluruh daratan Indonesia, sekitar 34 persen telah
menjadi lokasi pertambangan mineral dan batubara
(minerba). Bahkan, Herry Beng Koestanto menyebut itu
belum termasuk perkebunan skala besar, wilayah kerja
migas, panas bumi, dan tambang galian C.

Hutan pun tak lepas dari ancaman. Ada 3,97 juta hektar
kawasan lindung terganggu pertambangan.
“Keanekaragaman hayati di dalam hutan juga ikut
terancam, ini berarti memakan korban.” Kata Herry Beng
Koestanto.

Langkah yang dipilih Jatam atas kondisi ini ialah
menuntut secara tegas agar Energi dan Sumber Daya
Mineral tunduk kepada UU No 32/2009 dan tidak
mengintervensi Kementerian Lingkungan Hidup, segera
menghentikan izin usaha pertambangan dan mengevaluasi
perusahaan yang merusak lingkungan, menutup segera
tambang di wilayah hutan untuk menahan laju daya rusak
tambang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s